Kecenderungan kinerja saham-saham dalam suatu industri yang selalu berputar bergantian yang terkadang melebihi dan terkadang lebih rendah dibandingkan indutri lainnya. Ini merupakan suatu siklus ekonomi yang mana terkadang populer dan tidak populer di mata investor dalam perjalanan waktu yang berbeda-beda.
Sebagai contoh, saham-saham dari sektor industri otomotif, kertas, dan besi baja akan menjadi group leader pada saat ekonomi menunjukkan peningkatan yang bagus, sementara saham-saham dari industri yang lebih stabil permintaannya seperti obat-obatan dan perusahaan makanan akan menjadi leader pada saat ekonomi sedang resesi.
Alternatifnya, permintaan pasar akan saham-saham pada industri tertentu, seperti biotek, atau properti mungkin akan meningkat dan jatuh bergantian akibat dari antusias dan kekecewaan terhadap kelompok tersebut, sehingga menciptakan rotasi yang berputar dalam saham-saham di dalamnya.
Para pengamat market selalu mengamati industri mana yang akan bergerak dalam siklusnya untuk bahan rekomendasi-rekomendasi mengenai saham-saham sektor industri mana saja yang akan memimpin ataupun melambat dalam perjalanan waktu. Hal ini sering juga disebut rotasi sektoral.







Dalam kondisi pasar modal yang tidak stabil seperti saat ini, para investor harus ekstra hati-hati. Anda harus mencermati setiap berita-berita baru yang bisa mempengaruhi pergerakan pasar modal. Jika tiba-tiba muncul berita buruk tentang satu perusahaan atau satu sektor, investor mesti waspada. Sebab, seringkali, berita buruk itu akan dikuti oleh berita-berita buruk dari perusahaan atau sektor-sektor lain.
Speed Resistance, atau dikenal dengan Speedlines, adalah kombinasi dari persentase retracements dan garis kecenderungan (trend line) yang berubah seiring dengan perubahan trend sendiri.
Pada saat pasar modal sedang bergerak naik, naik, dan naik, semua trader/investor akan di penuhi dengan Euphoria.
When To Buy And Sell, Candlestick Can Tell.
KDT
2in1 Course
Advanced TA

