Wednesday, September 08, 2010
   
Text Size

Site Search

Weblinks

#6 - Kesalahan Utama Trader/Investor

Santo Vibby

Kesalahan ke 6 : Melakukan averaging down pada saham yang sedang loss

Ini biasanya merupakan posisi yang keterusan, kedepannya dengan perhitungan perbedaan harga kejatuhan sebesar 5-10% akan menjadi bencana yang membuat kepala pusing.

Tipikal transaksi yang terjadi adalah saat Anda membeli sejumlah saham dan ternyata harganya jatuh cukup dalam tanpa Anda kendalikan, maka Anda biasanya akan berpikiran bahwa kejatuhan harga tersebut telah membuat saham tersebut sangat murah.

Kemudian Anda memutuskan untuk membelinya lagi untuk menetralisir harga atas yang keburu "nyangkut" sebelumnya. Kebiasaan ini berdasarkan pemikiran bahwa dengan melakukan averaging down pada harga yang turun akan membuat nilai rata-rata harga saham menjadi lebih mudah untuk kembali ke harga "modal baru" hasil averaging down.

Sayangnya pendekatan seperti ini akan mengakibatkan Anda rugi 2 kali lebih besar jika pasar tetap berlawan arah dengan arah yang Anda harapkan. Saat sebuah trend turun sedang berlangsung,biasanya akan tetap turun terus.

Contoh saham-saham unggulan seperti AALI, atau ASII. Saat Anda salah membeli di harga 28.000,- harga tersebut jatuh ke 24.000 tanpa Anda cut loss sedini mungkin selagi masih dalam batas toleransi.

Kemudian harga tersebut Anda anggap sudah murah, dan Anda melakukan averaging down, NAMUN apa yang terjadi ?? AALI ataupun ASII terus meluncur ke 20.000,- dan lagi-lagi Anda melakukan averaging down, kenyataannya AALI bahkan turun terus di bawah 10.000,- dan Anda bingung harus mengorek tabungan anak-istri Anda untuk lagi-lagi melakukan Averagin' down ?? bijakkah ??

Ada suatu pendekatan yang boleh dilakukan dalam bertransaksi dengan strategi Averaging Down, yaitu membeli dan kemudian membeli lagi saat harganya turun, dan kemudian membeli lagi saat harganya turun lagi ASALKAN ini memang sudah merupakan perencanaan transaksi (trading plan) Anda yang sudah mengantisipasi kejatuhan nilai harga saham tersebut dari awal sebelum mengeksekusi pembelian pertama.

Tentunya strategi ini tetap mempunyai batas toleransi maksimum berupa stop loss yang sudah dipasang pada level yang diantisipasi. Ingat faktor terpenting dalam suatu trading plan bukanlah target profit, NAMUN batas cut loss Anda.

Kesalahan ke 6 ini dapat diatasi dengan sebuah rule yang diterapkan secara sangat disiplin dengan prinsip : Anda tidak akan melakukan averaging down pada suatu transaksi yang merugi dan terus merugi, KECUALI memang sudah Anda antisipasi.

JANGAN LUPAKAN STOP LOSS

Sampai ketemu di kesalahan ke 7

Regards

Santo Vibby

Newsflash

Buku ke 2 dari Santo Vibby, juga menyusul buku pertamanya menjadi National Best Seller untuk kategori Panduan Paham Saham, Seri Analisa Teknikal dan juga merupakan BUKU WAJIB para Traders dan Investors di Indonesia. Diluncurkan dengan judul "JUAL SAHAM ANDA LEBIH MAHAL" Buku ini mengulas secara sederhana mengenai Chart Patterns Analysis yang sudah memasuki cetakan ke 11 dan juga diterbitkan versi 2nd Editionnya.

 

Stock


Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/httpd/vhosts/santovib/public_html/v2a/modules/mod_rokstock/googlestock.class.php on line 44

Buy Best Seller

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

V-Traders

V-TraderOur team consists of seasoned professionals dedicated to assisting traders thrive in financial markets through our own proven proprietary trading techniques.

We actively respond to concrete market changes and allow market movements to direct our decisions, click here to join us

Courses + Workshops

V-TraderLearn so much about Technical Analysis, Fundamental Analysis, Money Management, and all about stock market at V-Trader Academy [VTA] and also visit our affiliate partners at investor saham

Disclaimer

Important: The information contained in this publication is not intended as an offer or solicitation for the purchase or sale of any financial instrument. Any opinion offered herein reflectsjudgment and may change without notice. Users acknowledge and agree to the fact that, by its very nature, any investment in shares, stock options and similar and assimilated products is characterised by a certain degree of uncertainty and that, consequently, any investment of this nature involves risks for which the user is solely responsible and liable.

Login






Forgot login?