Wednesday, September 08, 2010
   
Text Size

Site Search

Newsfeeds

#7 - Kesalahan Utama Trader/Investor

Santo VibbyKesalahan ke 7 : Terkena Margin Call / Force Sell

Kesalahan ke 7 ini tidak usah saya ulas secara panjang lebar, Seringkali terkena margin call hanya akan menambah dan menumpuk loss Anda. Bahkan tak jarang saya mendengar keluhan-keluhan orang-orang yang terkena margin call.

Suatu ketika saya yang sedang duduk di gallery, di saat market yang sedang "guyuran", tiba-tiba seorang trader yang kebetulan duduk di depan saya mendapatkan panggilan via handphonenya dan diberitahukan bahwa dia terkena margin call dan harus force sell.

Dana beliau tidak tanggung-tanggung lho. Dengan modal 10 M, beliau diberikan "fasilitas" margin sebesar 50 M, dan pada saat market sedang guyuran.. trader tersebut terhenyak di kursinya, bahkan sampai jatuh ke lantai. Ternyata beliau selain terkena force sell, secara langsung berstatus hutang sebesar 19M.

Artinya modal 10M nya ludes dan karena overtrade dengan margin, berbalik menjadi hutang 19 M, sungguh kasihan melihatnya. Margin call ataupun force sell terjadi karena secara jelas Anda "ngotot" berada dalam suatu transaksi yang sedang merugi, dan dengan semangat balas dendam biasanya pikiran menjadi subjektif dan cenderung melipat-gandakan pembelian saham yang sedang merugi.

Padahal tindakan yang harusnya diambil adalah menutup dan cut loss posisi yang salah arah tersebut sedini mungkin bukan ?Hal ini sering terjadi karena banyak orang sangat keras kepala dan tidak mau mengakui bahwa dia salah dan menerima kekalahan dengan harapan bahwa market akan segera bergerak sesuai arah yang mereka inginkan, Well it's not work that way !!

Kesimpulan dari kesalahan ke 7 ini adalah salah satu rangkuman dari kesalahan-kesalahan sebelumnya, yaitu ; Tidak mau membuat trading plan, Tidak mau menggunakan stop loss (sibuk berkoar-koar pula, aneh lho ??), Overtrading, dan Money management yang berantakan sekali.

Jangan sekali-kali membiarkan transaksi Anda terkena margin call / force sell. Percayalah, saya sudah melihat akibatnya terhadap teman-teman yang terkena kesalahan ini

Sampai ketemu di kesalahan ke 8

Regards

Santo Vibby

Newsflash

Buku pertama Santo Vibby berjudul "When To Buy And Sell, Candlestick Can Tell" merupakan terobosan pertama dari ilmu teknikal analisis di Indonesia, dengan launching buku yang diresmikan oleh Direktur BEJ saat itu Erry Firmansyah. Buku ini tercatat sebagai pedoman wajib para analis teknikal dan sudah masuk ke cetakan ke 18, serta merupakan National Best Seller hingga saat ini.

 

Stock


Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/httpd/vhosts/santovib/public_html/v2a/modules/mod_rokstock/googlestock.class.php on line 44

Buy Best Seller

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

V-Traders

V-TraderOur team consists of seasoned professionals dedicated to assisting traders thrive in financial markets through our own proven proprietary trading techniques.

We actively respond to concrete market changes and allow market movements to direct our decisions, click here to join us

Courses + Workshops

V-TraderLearn so much about Technical Analysis, Fundamental Analysis, Money Management, and all about stock market at V-Trader Academy [VTA] and also visit our affiliate partners at investor saham

Disclaimer

Important: The information contained in this publication is not intended as an offer or solicitation for the purchase or sale of any financial instrument. Any opinion offered herein reflectsjudgment and may change without notice. Users acknowledge and agree to the fact that, by its very nature, any investment in shares, stock options and similar and assimilated products is characterised by a certain degree of uncertainty and that, consequently, any investment of this nature involves risks for which the user is solely responsible and liable.

Login






Forgot login?