#7 - KesalahanTrader
Newsfeeds
#7 - Kesalahan Utama Trader/Investor
Kesalahan ke 7 : Terkena Margin Call / Force Sell
Kesalahan ke 7 ini tidak usah saya ulas secara panjang lebar, Seringkali terkena margin call hanya akan menambah dan menumpuk loss Anda. Bahkan tak jarang saya mendengar keluhan-keluhan orang-orang yang terkena margin call.
Suatu ketika saya yang sedang duduk di gallery, di saat market yang sedang "guyuran", tiba-tiba seorang trader yang kebetulan duduk di depan saya mendapatkan panggilan via handphonenya dan diberitahukan bahwa dia terkena margin call dan harus force sell.
Dana beliau tidak tanggung-tanggung lho. Dengan modal 10 M, beliau diberikan "fasilitas" margin sebesar 50 M, dan pada saat market sedang guyuran.. trader tersebut terhenyak di kursinya, bahkan sampai jatuh ke lantai. Ternyata beliau selain terkena force sell, secara langsung berstatus hutang sebesar 19M.
Artinya modal 10M nya ludes dan karena overtrade dengan margin, berbalik menjadi hutang 19 M, sungguh kasihan melihatnya. Margin call ataupun force sell terjadi karena secara jelas Anda "ngotot" berada dalam suatu transaksi yang sedang merugi, dan dengan semangat balas dendam biasanya pikiran menjadi subjektif dan cenderung melipat-gandakan pembelian saham yang sedang merugi.
Padahal tindakan yang harusnya diambil adalah menutup dan cut loss posisi yang salah arah tersebut sedini mungkin bukan ?Hal ini sering terjadi karena banyak orang sangat keras kepala dan tidak mau mengakui bahwa dia salah dan menerima kekalahan dengan harapan bahwa market akan segera bergerak sesuai arah yang mereka inginkan, Well it's not work that way !!
Kesimpulan dari kesalahan ke 7 ini adalah salah satu rangkuman dari kesalahan-kesalahan sebelumnya, yaitu ; Tidak mau membuat trading plan, Tidak mau menggunakan stop loss (sibuk berkoar-koar pula, aneh lho ??), Overtrading, dan Money management yang berantakan sekali.
Jangan sekali-kali membiarkan transaksi Anda terkena margin call / force sell. Percayalah, saya sudah melihat akibatnya terhadap teman-teman yang terkena kesalahan ini
Sampai ketemu di kesalahan ke 8
Regards
Santo Vibby
Newsflash
Buku pertama Santo Vibby berjudul "When To Buy And Sell, Candlestick Can Tell" merupakan terobosan pertama dari ilmu teknikal analisis di Indonesia, dengan launching buku yang diresmikan oleh Direktur BEJ saat itu Erry Firmansyah. Buku ini tercatat sebagai pedoman wajib para analis teknikal dan sudah masuk ke cetakan ke 18, serta merupakan National Best Seller hingga saat ini.
Stock
Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/httpd/vhosts/santovib/public_html/v2a/modules/mod_rokstock/googlestock.class.php on line 44
Buy Best Seller
-
When To Buy And Sell, Candlestick Can Tell Buy this book !! Click here Buku ini merupakan pedoman yang tidak...
-
2nd Edition : Jual Saham Anda Lebih Mahal !! Get the latest 2nd Edition copy of another Best Seller book "Jual...
- 1
- 2
- 3
- 4



Our team consists of seasoned professionals dedicated to assisting traders thrive in financial markets through our own proven proprietary trading techniques.
Learn so much about Technical Analysis, Fundamental Analysis, Money Management, and all about stock market at V-Trader Academy [VTA]