Panic Selling Strategies

Oleh : Ellen May (author dan contributor dari V-Trader's Trading Academy™)
Panic selling biasanya disebabkan oleh adanya suatu kejadian yang tidak diharapkan atau tidak diantisipasi sebelumnya oleh investor, seperti kasus “Suprime Mortgage”, bom WTC, bencana alam, kudeta, dan lain sebagainya. Hal itu memicu kekhawatiran investor dan menimbulkan aksi jual besar – besaran, disusul oleh para retailer yang ketakutan dan ikut menjual saham – sahamnya sehingga mengakibatkan harga turun tajam disertai dengan volume yang sangat besar. Crash pada market biasanya disebabkan oleh aksi panic selling.
Kata “panic” mengacu pada rasa takut / terancam. Ketika seorang investor / trader dikuasai oleh rasa takut, mereka tidak dapat bersikap objektif, sehingga mereka bertindak / mengambil keputusan tanpa memandang segi fundamental ataupun teknikal. beberapa trader tidak mempunyai trading plan, sehingga ketika muncul situasi yang tidak diharapkan, mereka ketakutan. Begitu pula, ada beberapa trader yang sudah membuat trading plan namun tidak disiplin dan tidak berpegang pada trading plan-nya.
Kasus yang sangat sering terjadi adalah ketika harga menyentuh level stop loss begitu cepat, dan trader berharap supaya harga berbalik naik, namun ternyata kejatuhan semakin dalam, dan trader baru memutuskan untuk melakukan cut loss, sehingga kerugian yang dialami cukup besar. Bahkan tidak jarang ketika trader baru saja melakukan cut loss, harga malah berbalik dan trader menyesal telah melakukan cut loss. Akibatnya, trader sering mengalami kerugian yang cukup besar dan kehilangan kesempatan dalam memanfaatkan situasi panic selling.
Lalu, apa yang harus kita lakukan ketika menghadapi situasi panic selling ?
Pertama – tama, sebelum Anda membuka sebuah transaksi, Anda harus mempunyai trading plan yang menentukan level masuk dan keluar (baik profit taking ataupun stop loss), berdasarkan analisa teknikal dan money management yang baik. Dengan demikian Anda akan lebih objektif dalam mengambil keputusan.
Kedua, ketika terjadi aksi panic selling, Anda harus tetap TENANG ! Jangan panik dan jangan terbawa arus.
Yang harus Anda lakukan adalah DISIPLIN dalam mengikuti trading plan Anda. Ketika Anda harus membatasi kerugian / cut loss, lakukan di level yang telah Anda “rencanakan” sebelumnya. Jangan biarkan emosi mempengaruhi keputusan yang Anda ambil. Ketika Anda telah melakukan cut loss dan mengalami kerugian, jangan kecewa atau sedih. Bersyukurlah karena kerugian yang Anda alami terkontrol.
Ketiga, rencanakan buy back pada momentum yang tepat, yaitu ketika harga berada dalam posisi peak dan menunjukkan tanda – tanda pembalikan arah. Bagaimana cara menentukan peak dan sinyal pembalikan arah ? Saya lebih memilih menggunakan pendekatan teknikal yang dapat digunakan untuk memprediksi market dengan cepat dan akurat, sekalipun saya tetap memperhatikan sisi fundamental.
Banyak trader yang berhasil memperoleh keuntungan besar dengan memanfaatkan situasi panic selling tersebut baik dengan cara short selling ataupun membeli di saat market akan berbalik arah. Sayang sekali di Indonesia belum bisa dilakukan transaksi short selling, oleh karena itu kita akan belajar bagaimana memanfaatkan situasi peak dan pembalikan arah.
Kita dapat menentukan peak dengan menggunakan :
- trendline,
- moving averages,
- volume,
- pola grafik.
Berikut ini merupakan contoh panic selling yang terjadi pada tahun 2008 karena kasus “Subprime Mortgage” dan krisis global, yang direpresentasikan melalui grafik harian JKSE.

Dari grafik tersebut dapat diketahui bahwa :
- Bagian 1 dan 2 sedang terjadi panic selling (ketika itu terjadi kasus Subprime Mortgage). Trader dan investor yang ketakutan memperparah situasi bearish.
- Bagian 3 menunjukkan bahwa bear mulai lelah, dan mulai menunjukkan adanya tanda – tanda pembalikan arah. Pada saat ini contrarian trader mulai mempersiapkan diri untuk “panic buy” ketika para trader pemula ketakutan.
- Bagian 4 menunjukkan tanda pembalikan arah, yaitu :
o Higher Low Wave,
o Harga menembus (break up) Resisten Trendline 1,
o Harga break up MA 20,
o MA 20 golden cross MA 45,
o Volume tinggi yang menunjukkan konfirmasi pembalikan arah.
Pada saat ini kita dapat melakukan test entry buy sebesar 20 %.
- Bagian 5 terjadi konfirmasi pembalikan arah yang lebih kuat lagi, yaitu harga menembus 3 resisten sekaligus, yaitu :
o Break up Resisten Trendline 2,
o Breakup Neckline pola Double Bottoms,
o Breakup dari MA 45,
o Volume pembelian yang tinggi memperkuat konfirmasi.
![]() |
|
![]() |

Pada saat ini dilakukan entry buy sebesar 30 % atau sesuai dengan kebijaksanaan / money management yang Anda buat sesuai dengan pribadi Anda.
Anda dapat melihat adanya pembalikan arah dan bullish yang luar biasa setelah terjadi konfirmasi pembalikan arah, dan lihatlah betapa trader / investor diuntungkan dengan memanfaatkan panic selling tersebut.
Kesimpulannya, ketika terjadi panic selling, tetaplah objektif sesuai dengan trading plan Anda. Jika Anda takut, jangan lakukan apa pun. DO NOTHING.
Jangan mencoba entry buy karena menganggap harga telah terdiskon, tanpa melakukan analisa teknikal dengan benar. Anda boleh saja melakukan short selling dengan menggunakan barang sendiri, namun hal itu harus dilakukan dengan trading plan dan disiplin yang sangat ketat ! Sabar menunggu momen yang tepat untuk melakukan entry buy dan lihatlah keuntungan yang begitu besar yang dilakukan oleh para contrarian ketika mereka memanfaatkan peak dan reversal.
Note :
Ellen May,
Penulis merupakan author dan contributor dari V-Trader's Trading Academy™
Sang penulis menspesialisasikan dirinya mempelajari mengenai Psikologi Trading, dengan melakukan backtesting terhadap systemnya sendiri, dan mempunyai pengalaman cukup lama serta mengikuti berbagai sesi psikologi dan mind mapping untuk memperdalam mengenai psikologi trading.
Stock
Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/httpd/vhosts/santovib/public_html/v2a/modules/mod_rokstock/googlestock.class.php on line 44
Buy Best Seller
-
When To Buy And Sell, Candlestick Can Tell Buy this book !! Click here Buku ini merupakan pedoman yang tidak...
-
2nd Edition : Jual Saham Anda Lebih Mahal !! Get the latest 2nd Edition copy of another Best Seller book "Jual...
- 1
- 2
- 3
- 4



