Wednesday, September 08, 2010
   
Text Size

Site Search

Are U a DONKEY ??

image

Saya selalu ingat sosok seorang teman yang berhasil sukses dalam segala bidang yang digelutinya. Beliau mengatakan; "Keledai, tidak pernah terjerumus kedalam lubang yang sama."

Kalimat itu pendek, tetapi penuh dengan makna. Dan ingatan saya menyimpannya lebih baik dibandingkan terhadap petuah apapun juga. Sesungguhnya, temen saya itu sedang menyampaikan pesan supaya kita - manusia – terlalu pintar untuk melakukan kesalahan yang sama secara berulang-ulang.

Tanpa disadari, ternyata memang ita mempunyai sifat mengulang-ulang kesalahan semacam itu. Kita tahu bahwa itu salah, tapi dilakukan lagi, dan lagi. Kita bertekad untuk tidak akan mengulanginya lagi pada transaksi selanjutnya. Namun, kembali melakukannya. Mengapa ???

Kita sering menemukan rekan-rekan traders yang tidak bosan-bosannya melakukan kesalahan dalam setiap suatu transaksi, yang mana tidak tega melakukan cut loss. Tidak perlu jauh-jauh kita sendiripun hingga saat ini masih demikian.

Saat kita merenung dimalam hari, hati kita berbisik; "Iya, kenapa saya melakukan hal itu ya? Mestinya kan loss saya tidak begitu besar jika saya cut loss lebih awal." Dan ketika kita memikirkannya dengan lebih seksama, ternyata bukan sekali itu saja kita melakukannya.

Makanya, tidak mengherankan jika kita sering merasa menyesal saat melihat pergerakan harga yang terus melorot dalam dan kita menyadari titik cut loss kita sudah terlalu jauh ditinggalkan di atas, namun; kok begitu sulitnya bagi kita untuk menghentikan kesalahan tersebut ??.

Keesokan harinya kita akan tetap mengulangi kesalahan tersebut lagi. Dan esoknya tetap melakukan kesalahan yang sama lagi.

Saya tidak tahu pasti, apakah keledai benar-benar tidak pernah terjerumus kedalam lubang yang sama. Tetapi, kelihatannya memang demikian. Tapi harusnya Keledai tahu persis lubang yang pernah membuatnya terperosok. Ketika melintasi daerah yang sama, dia membelok, dan selamat dari jebakan lubang itu untuk kedua kalinya.

Ada dua alasan mengapa terperosok kedalam lubang yang sama itu
it's not a good idea :

http://l.yimg.com/jh/content/p/3/509470/screen001.jpgPertama, terperosok kedalam lubang yang sama menguatkan rasa sakit yang pernah kita alami sebelumnya. Melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang juga demikian. Ketika kita melakukan kesalahan untuk pertama kalinya, mungkin akan mudah untuk ditoleransi.

Tetapi, jika kesalahan itu terjadi berulang-ulang? Namun jika melakukan kesalahan yang sama terus-menerus, apakah posisi modal Anda cukup untuk transaksi berpeluang sebenarnya ?

Terperosok kedalam lubang yang sama? Hah..., keledai saja tidak pernah. Padahal, kultur kita menganggap keledai itu mahluk paling bodoh dimuka bumi. Sampai-sampai kita membuat frase ' keledai dungu!'. Hey, keledai itu tidak pernah terperosok kedalam lubang yang sama lho. Manusia seperti kitalah yang sering mengalaminya.

Tadi.... ketika kita bilang 'keledai dungu!', jangan-jangan si keledai bilang ;"Ngaca dong bok!" Agak sedikit memalukan ya. Itulah alasan yang kedua.

Baiklah, mari kita akui saja bahwa kita sering melakukan kesalahan yang sama. Tapi, apakah itu berarti kita harus mengakui bahwa yang dungu itu bukan keledai?

Bukankah kita sering mendengar; "Tidak apa-apa, namanya juga manusia. Melakukan kesalahan itu biasa." Kalimat ini ada benarnya.

Tapi tidak selamanya demikian. Benar jika kita menerapkannya dalam konteks yang benar. Keliru jika kita menjadikannya suatu ALASAN untuk menutupi kebodohan. Untuk itu, kita perlu membedakan dua jenis kesalahan yang biasa kita lakukan.

Salah seorang "murid" saya, Oskar Syahbana pernah menulis email berikut di suatu milis :

Buat disiplin cut loss:

"Coba pasang gambar donkey buat wallpaper di desktop PC atau Laptop Anda.

Admit that you are a donkey everytime you're not discipline in your cut-loss while looking at the
picture.

Dulu mas SV nyuruh ini ke saya, and it worked :-) hehehe"

Stock


Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/httpd/vhosts/santovib/public_html/v2a/modules/mod_rokstock/googlestock.class.php on line 44

Buy Best Seller

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Login






Forgot login?